Salah satu alasan bahasa scripting semakin populer adalah karena kesederhanaannya, powerful, dan sangat mudah digunakan serta dikembangkan. Bahasa scripting semakin diakui keberadaannya, salah satu buktinya adalah Google dan Nokia yang menggunakan bahasa scripting Python dalam produk mereka.
Mungkin Anda selama ini sudah cukup puas dengan bahasa pemrograman yang ada seperti Java, C, C++, VB, dan sebagainya.
Mengapa kita memerlukan bahasa scripting?
Bahasa scripting dirancang untuk tipe aplikasi yang berbeda dengan bahasa pemrograman
sistem seperti C dan C++. Bahasa scripting sangat cocok digunakan sebagai glue language(bahasa perekat) misalnya untuk membuat interface antarkomponenkomponen.
Walaupun bahasa scripting bersifat interpreter dan lebih lambat dibandingkan dengan bahasa compiler seperti C dan C++, hal tersebut jarang diungkit sebab bagian penting dari suatu program misalnya yang berhubungan dengan sistem tetap akan dibuat dengan bahasa pemrograman sistem seperti C dan C++, sedangkan bahasa scripting berfungsi sebagai glue
language untuk menghubungkan antar komponen–komponen sistem tersebut misalnya untuk GUI interface.
Pada umumnya, bahasa scripting memiliki string processing yang sangat akurat misalnya regular expression sehingga sangat cocok untuk administrator sistem untuk membuat shell script yang powerful. Di pihak lain, bahasa scripting menawarkan pengembangan aplikasi yang cepat misalnya pembuatan aplikasi GUI, web scripts, system utilities, dan aplikasi yang membutuhkan pemrosesan string ataupun perhitungan yang akurat.
Dalam perhitungan, bahasa scripting tidak kalah jika dibandingkan dengan bahasa compiler seperti C dan C++.
Bahasa Ruby lahir pada tanggal 23 Februari 1993 dan masuk ke Amrik pada tahun 2000. Pada awalnya, pembuat bahasa ini Yukihiro “Matz” Matsumoto semasa kuliahnya sangat menyenangi pemrograman berorientasi objek dan bahasa scripting, kemudian dia melakukan riset terhadap bahasa scripting Perl dan Python.
Akan tetapi dia tidak menemukan yang diinginkannya. Menurutnya bahasa Perl kurang powerful dan bahasa Python kurang object-oriented, sehingga ia memutuskan untuk
membuat suatu bahasa yang lebih powerful daripada Perl dan lebih object-oriented dari Python. Lahirlah bahasa baru yang dinamakan Ruby yang berarti sejenis batu permata.
Dewasa ini, Ruby sudah mulai diterima oleh para programmer dunia. Konon, Ruby lebih
populer daripada Python di Jepang.
- Ruby merupakan bahasa interpreter.
- Ruby memiliki sintaks yang sederhana, mudah dipelajari dan dipahami.
- Ruby mendukung exception handling seperti halnya Java dan Python.
- Ruby murni merupakan bahasa berorientasi objek di mana semua datanya adalah objek, begitu pula dengan angka 8 yang merupakan instansi dari kelas FixNum.
- Ruby mendukung single-inheritance dan modul mix-in yang serupa dengan interface di Java.(Multiple-inheritance dapat digantikan dengan menggunakan fitur mix-in ini).
- Ruby memiliki portabilitas yang tinggi antar-platform sehingga dapat berjalan di berbagai OS seperti UNIX, Linux, DOS, Windows 95/98/Me/NT/2000/XP, MacOS, BeOS, OS/2, dan sebagainya.
- Ruby mendukung dynamic-typing, seperti halnya Python di mana kita tidak perlu mendeklarasikan tipe untuk suatu variabel.
- Ruby mendukung garbage collection seperti halnya Java dan Python di mana Anda tidak perlu membebaskan memory yang dialokasi( mis. free() di C) . Variabel yang tidak lagi digunakan akan segera dibebaskan oleh garbage collector. Dengan demikian, Anda tidak perlu berhubungan dengan manajemen memory yang merumitkan.
- Ruby mudah dikembangkan dengan bahasa C seperti halnya Python misalnya dengan menggunakan interface SWIG.
- Ruby lahir dari komunitas, sehingga Ruby memiliki dukungan komunitas yang siap membantu Anda jika menemui kesulitan.
- Dan yang terakhir, tentunya Ruby gratis bahkan untuk aplikasi komersial.
NGOPAS source : Dasar Pemrograman Ruby