Search By Google
Komentar
    Kalender
    Nopember 2009
    S S R K J S M
    « Feb    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
    Ngobrol Yuks
    Category
    Buy Your Wordpress E-commerce Theme. Buy Now



    Proactol







    UniqueHoodia



    PenisHealth



    MoreNiche



    SizeGenetics



    AppStore Charts

    Posts Tagged ‘Java’

    Installing Aptana on Ubuntu 8.04

    Selasa, Februari 24th, 2009

    Quick install guide for Aptana on Ubuntu 8.04.  Modeled after the Installing Aptana Studio on Debian guide found at the Aptana page for Installing Aptana on Linux.  The issue with the guide provided by Aptana (at least for Ubuntu) is that Ubuntu comes with FF 3 Beta 5 (as of the time of this writing) by default.  Aptana doesn’t play nicely with FF 3 Beta 5, and after what appears to be a successful install, spits back an “embedded browser not available” error.  Note: you don’t have to worry about uninstalling FF 3!

    1. Install Java (sudo apt-get install sun-java6-jre sun-java6-plugin sun-java6-fonts)
    2. Install Firefox 2 (sudo apt-get install firefox-2)
    3. Download and unzip aptana to /usr/local/aptana
    4. Save the following script as runAptana.sh to /usr/local/aptana
      #!/bin/bash
      export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/firefox
      /usr/local/aptana/AptanaStudio
    5. Make runAptana.sh executable (sudo chmod a+x runAptana.sh)
    6. Create a desktop launcher for Aptana and point it at runAptana.sh
      • Right click on your desktop
      • Click on Create Launcher
      • Name: Aptana
      • Command: browse for runAptana.sh
    7. Open firefox-2 Profile Manager (sudo firefox-2 -ProfileManager)
    8. Create ff Profile “aptana” dedicated for Aptana debugging.
    9. Start ff with the aptana Profile: (sudo firefox-2 -P aptana)
    10. Download from here http://update.aptana.com/update/firebug.xpi and install the firebug extension, modified for Aptana debugging. Close Aptana Profile of firefox.
    11. Start Aptana.
      • Go to Run -> Debug…
      • click on the Web Browser within the left pane
      • Press the ‘New’ button.
      • Within the right pane: Name the new configuration “Firefox”
      • Fill within:
        • Browser executable: /usr/bin/firefox-2
        • Arguments: -P aptana -no-remote

    Ruby : Learning ruby 1 [What is Ruby]

    Senin, Desember 1st, 2008

    Ruby was introduced by Yukihiro Matsumoto (known widely as “Matz”) in 1993. Ruby is a dynamic interpreted language which has many strong features of various languages. It is a strong Object oriented programming language which also has single inheritance as in Java. It also provides us with the feature called as mixins. Using mixins we can easily import methods from multiple classes using modules.

    Ruby also has the scripting feature similar to the Python and Perl. The Object oriented concept from C++ and Java also maintains the reliability of programming in addition to maintaining the security of code.

    Ruby is open source which means that it is free to be used; one does not need to pay anything to use it. Because of this feature of Ruby it is used worldwide by everyone.

    Ruby : Tentang Ruby

    Senin, Nopember 24th, 2008

    Salah satu alasan bahasa scripting semakin populer adalah karena kesederhanaannya, powerful, dan sangat mudah digunakan serta dikembangkan. Bahasa scripting semakin diakui keberadaannya, salah satu buktinya adalah Google dan Nokia yang menggunakan bahasa scripting Python dalam produk mereka.

    Mungkin Anda selama ini sudah cukup puas dengan bahasa pemrograman yang ada seperti Java, C, C++, VB, dan sebagainya.

    Mengapa kita memerlukan bahasa scripting?
    Bahasa scripting dirancang untuk tipe aplikasi yang berbeda dengan bahasa pemrograman
    sistem seperti C dan C++. Bahasa scripting sangat cocok digunakan sebagai glue language(bahasa perekat) misalnya untuk membuat interface antarkomponenkomponen.

    Walaupun bahasa scripting bersifat interpreter dan lebih lambat dibandingkan dengan bahasa compiler seperti C dan C++, hal tersebut jarang diungkit sebab bagian penting dari suatu program misalnya yang berhubungan dengan sistem tetap akan dibuat dengan bahasa pemrograman sistem seperti C dan C++, sedangkan bahasa scripting berfungsi sebagai glue
    language untuk menghubungkan antar komponen–komponen sistem tersebut misalnya untuk GUI interface.

    Pada umumnya, bahasa scripting memiliki string processing yang sangat akurat misalnya regular expression sehingga sangat cocok untuk administrator sistem untuk membuat shell script yang powerful. Di pihak lain, bahasa scripting menawarkan pengembangan aplikasi yang cepat misalnya pembuatan aplikasi GUI, web scripts, system utilities, dan aplikasi yang membutuhkan pemrosesan string ataupun perhitungan yang akurat.

    Dalam perhitungan, bahasa scripting tidak kalah jika dibandingkan dengan bahasa compiler seperti C dan C++.

    Bahasa Ruby lahir pada tanggal 23 Februari 1993 dan masuk ke Amrik pada tahun 2000. Pada awalnya, pembuat bahasa ini Yukihiro “Matz” Matsumoto semasa kuliahnya sangat menyenangi pemrograman berorientasi objek dan bahasa scripting, kemudian dia melakukan riset terhadap bahasa scripting Perl dan Python.

    Akan tetapi dia tidak menemukan yang diinginkannya. Menurutnya bahasa Perl kurang powerful dan bahasa Python kurang object-oriented, sehingga ia memutuskan untuk
    membuat suatu bahasa yang lebih powerful daripada Perl dan lebih object-oriented dari Python. Lahirlah bahasa baru yang dinamakan Ruby yang berarti sejenis batu permata.

    Dewasa ini, Ruby sudah mulai diterima oleh para programmer dunia. Konon, Ruby lebih
    populer daripada Python di Jepang.

    • Ruby merupakan bahasa interpreter.
    • Ruby memiliki sintaks yang sederhana, mudah dipelajari dan dipahami.
    • Ruby mendukung exception handling seperti halnya Java dan Python.
    • Ruby murni merupakan bahasa berorientasi objek di mana semua datanya adalah objek, begitu pula dengan angka 8 yang merupakan instansi dari kelas FixNum.
    • Ruby mendukung single-inheritance dan modul mix-in yang serupa dengan interface di Java.(Multiple-inheritance dapat digantikan dengan menggunakan fitur mix-in ini).
    • Ruby memiliki portabilitas yang tinggi antar-platform sehingga dapat berjalan di berbagai OS seperti UNIX, Linux, DOS, Windows 95/98/Me/NT/2000/XP, MacOS, BeOS, OS/2, dan sebagainya.
    • Ruby mendukung dynamic-typing, seperti halnya Python di mana kita tidak perlu mendeklarasikan tipe untuk suatu variabel.
    • Ruby mendukung garbage collection seperti halnya Java dan Python di mana Anda tidak perlu membebaskan memory yang dialokasi( mis. free() di C) . Variabel yang tidak lagi digunakan akan segera dibebaskan oleh garbage collector. Dengan demikian, Anda tidak perlu berhubungan dengan manajemen memory yang merumitkan.
    • Ruby mudah dikembangkan dengan bahasa C seperti halnya Python misalnya dengan menggunakan interface SWIG.
    • Ruby lahir dari komunitas, sehingga Ruby memiliki dukungan komunitas yang siap membantu Anda jika menemui kesulitan.
    • Dan yang terakhir, tentunya Ruby gratis bahkan untuk aplikasi komersial.

    NGOPAS source : Dasar Pemrograman Ruby